Sabtu, 13 Juni 2009

Bersyukur

Suatu kata yang mudah diucapkan, tetapi tidak begitu mudah menjalankannya. Saat salah seorang sahabat terdekat mendapatkan musibah... yang (entahlah apa yang terjadi jika saya yang mengalaminya)...

Saya menemuinya di rumah sakit, lemah terbaring ,tapi tetap tersungging senyum menyambut tamu-tamu yang datang. Ia yang sejak remaja tidak meneruskan kuliah karena membantu keluarga bekerja untuk menambah nafkah keluarga sejak ayah berpulang. Pekerjaan apa yang dapat diperoleh oleh seorang lulusan SMU ? Itu kalimat yang disampaikannya, saat ia putuskan menerima tawaran pekerjaan disebuah pabrik.

Radiasi mesin pabrik itu penyebab penyakitnya menurut diagnose dokter yang merawatnya namun dengan enteng dia katakan 'ini hadiah dari Allah'... Subhanallah.. kok bisa?
Dia bilang Allah sudah mengatur semuanya, sehingga saat dia sudah harus berhenti bekerja semua adik sudah selesai sekolah, bunda sudah mendapatkan pasangan hidup, dan sekarang Allah minta saya agar lebih dekat denganNYA, melalui 'hadiah'ini.
Dan sahabat terdekat itu berpulang di usia 27 tahun... diusia yang sama dengan saya saat itu namun belum tentu atau pasti tidak sama kedekatan saya kepada sang Khaliq- sungguh tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dia. Betul... dia mendapat hadiah terindah dikepulangannya.

Cerita kedua...
Sahabat suami, yang istrinya juga sahabat saya. Dia dikenal tegas dalam menegakkan suatu prinsip. Sejak kuliah di LIPIA (dahulu LPBA)semua mengenalnya begitu. Turun tangan dalam segala hal yang berhubungan dengan musibah orang lain. Sibuk membangun lembaga keuangan kecil-kecil-an secara syariah dilingkungan kami. Sehingga banyak tukang jamu-tukang sayur keliling yang jadi langganan pinjaman syari'ahnya. Dakwah tidak hanya dengan lisannya, juga dilakukan dengan perbuatannya (subhanallah,,,)Sampai suatu ketika Allah berkehendak lain, ada titik sariawan di lidahnya... yang tidak terlalu difikirkannya karena dianggapsariawan biasa.

Sampai suatu ketika... sariawan agak melebar, dan dokter mengatakan sudah 'tumor ganas' stadium awal. Dokter sarankan untuk membuang bagian tersebut agar tidak menyebar...kalimatnya walau diucapkan terbata-bata, "Dengan bahasa apa saya berdakwah jika separuh lidah harus dipotong ?" (lalu bagaimana dengan saya yang punya lidah sempurna masih dipenuhi dengan hal yang mungkin tidak diridhoi Allah. Astaghfirullh)

Diagnose dokter ke kepulangannya tidak terlalu lama.. . ia masih sibuk koordinasi mengurusi bank syariahnya walau memang tidak maksimal. Terkahir ia minta semua nasabah yang meminjam uang, agar dibebaskan dari beban pinjamannya.Ia masih berharap diberi kekuatan untuk umroh... Sempat dibandara dilarang melanjutkan karena pendarahan terus, namun ia yakin bisa melewatinya... Dan betul ia dapat melewatinya, selama masa umroh menurut keluarga yang mendampingi dapat dilewatinya dengan baik. Sepulangnya terlihat lebih segar, kami sering menjumpainya sedang berjemur, namun enggan untuk kerumah sakit. Kurang lebih satu minggu, ia menghadap sang Khaliq dengan kain umroh sebagai kafannya, dengan gelombang lautan jamaah yang menyolatinya, berganti-ganti (lebih kurang ada lima kali pergantian jamaah karena penuh sesaknya mushalla yang ditempatinya)... Subhanallah, apa yang dapat kita bawa, sementara sahabat ini sudah menunjukkan keistimewaannya.

Cerita ketiga saya

Hal ini berhubungan dengan orang terdekat saya, yang tidak mau disebut identitasnya, ia punya dua tabungan dirumahnya yang lucunya satu tabungan berukuran kecil dan satunya berukuran besar. lucunya... di tabunganberukuran besar sering dimasukkan logam-logam atau uang receh, namun ditabungan yang berukuran kecil sering uang besar yang dimasukkannya. Saat saya bertanya kenapa ? Ia menjawabnya.. nanti kamu akan tau sendiri

Belakangan saya tahu, rupanya tabungan kecil itu sering berubah bentuk atau warna dikarenakan memang sering langsung dibuka dan diberikan kepada "yang berhak- menurutnya"
Saya tanya lagi ... Lha siapa yang berhak? Ya... yang datang dengan kesulitan keuangan-lah yang berhak, itu berarti rejekinya.(Masya Allah... )Ia tambahkan... jangan lupa lho... yang ditabungan kecil itu tabungan saya yang sesungguhnya karena itulah milik saya yang abadi. Sedangkan yang ditabungan kecil belum tentu... Subhanallah -Alhamdulilah-Laailahaailaalah -Allahu Akbar

Satu lagi... ingat ya , uang itu dari Allah ya... milik Allah, masa kita hanya jadi alat pengantar saja tidak mau...???Tubuh ini-pun hanya pinjaman Allah, jadi berikan tabungan terbaik baginya untuk tempat kembali terbaiknya(pondok Indah terindah versi akhirat. . . candanya)

Allahu akbar, saya yang paling bersyukur- Allah pertemukan dengan orang-orang istimewa, karena mereka bertiga adalah salah satu inspirasi terbesar saya ' mensyukuri hidup yang mungkin-memang sangat singkat sekali (Wallahu Alam)


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Flowers and Decors. Powered by Blogger